Cek Kesehatan Sejak Dini, Data Dinas Kesehatan Pekanbaru Hepatitis B pada Ibu Hamil Capai 11.469 Kasus
Detil.co,Pekanbaru - Hepatitis B pada ibu hamil adalah salah satu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B atau HBV.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Januari hingga September 2025, total temuan kasus Hepatitis B pada ibu hamil di Pekanbaru mencapai 11.469 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto kepada Detil.co melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Edi Satriawan, Senin (15/9/2025) menyampaikan, Hebatitis B dapat menular dengan berbagai cara.
Seperti melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan alat pengaman, penularan dari ibu hamil ke bayi, dan juga melalui transfusi darah. Yakni melalui jarum suntik dan juga bisa melalui pisau cukur yang sebelumnya dipakai oleh penderita.
Orang yang terinfeksi hepatitis kronis bisa menjadi pemicu penyakit lainnya, seperti sirosis atau kanker hati. Dan infeksi hepatitis pada ibu hamil juga beresiko pada kelahiran prematur.
"Gejala hepatitis yang muncul bervariasi, tergantung kepada penyebab dan tingkat keparahannya. Untuk gejala umumnya mulai dari demam ringan, kulit dan mata menguning, hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, nyeri otot sendi, rasa lelah ekstrem, nyeri dibagian kanan atas perut, urine berwarna gelap, feses berwarna pucat," jelas Edi Satriawan, Senin (15/9/2025)
"Penyakit ini dapat dicegah melalui vaksinasi dan juga kita harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat," ujarnya.
Untuk mencegah penyebaran penyakit menular dari dini, disampaikan Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Edi Satriawan, Dinas Kesehatan melakukan skrining di 21 puskesmas milik pemerintah kota.
"Kalau penyakit menular langsung, kami melakukan skrining di 21 puskesmas. Penyakit menular langsung itu seperti ISPA, diare, Pneumonia, Tuberkulosis (TBC), HIV-AIDS, dan Hepatitis," terangnya.
Untuk mencegah penyebaran penyakit menular, Edi Satriawan mengimbau masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini di puskesmas.
"Untuk skrining ini, masyarakat harus datang ke puskesmas. Kalau merasa tidak enak badan, datanglah ke puskesmas, petugas di puskesmas akan siap melayani, obat disediakan, gratis. Ditanggung oleh pemerintah semua obatnya," pungkasnya.(DL/02)
Portal Berita Detil.co hadir sebagai media alternatif bagi pembaca, sebagai media pemberitaan penyeimbang dengan gaya penulisan dan peliputan lebih kritis, berani dan mencerdaskan serta mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik. Selengkapnya


Tulis Komentar