
Komplek perkantoran walikota Pekanbaru Tenayan Raya. Ist
Detil.co,Pekanbaru - Genap 10 tahun Firdaus- Ayat memimpin Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau. Dalam 2 periode kepemimpinannya, Firdaus-Ayat sukses dengan visi dan misi mereka dalam membangun kota ini.
Dalam visi pertama Firdaus-Ayat menetapkan visi Pekanbaru Metropolitan Madani, yang saat ini telah tercapai dengan indikator pesatnya pembangunan di Pekanbaru pada periode pertama. Jumlah penduduk yang dulunya hanya +/- 800 ribu jiwa pada tahun 2012, saat ini berkembang menjadi 1,2 juta jiwa.
Begitu juga akses pembangunan, seperti Jalan, pelayanan public tercapai dengan baik, di bidang keagamaan pembinaan masjid paripurna, perhatian insentif guru MDTA yang juga terlaksana dengan baik.
Pada Periode kedua (2017-2022), visi yang diusung Firdaus-Ayat yakni mewujudkan Pekanbaru Smartcity Madani. Visi ini kembali sukses dijalankan. Banyak indikator yang berhasil terlihat dan bisa diukur bersama ketika berbicara kebutuhan dasar masyarakat. JALITA (Jalan, listrik, Air Transportasi dan Telekomunikasi) bisa kita ukur bersama.
Di bidang pembangunan jalan, begitu banyak pembangunan jalan yang sudah tercapai di Pekanbaru, baik pembukaan jalan baru, peningkatan jalan, bahkan juga sudah dibangun jalan outer ring road.

Manajemen penyediaan air bersih juga berjalan dengan baik di Kota Pekanbaru melalui skema KPBU SPAM.
Pelayanan air minum perpipaan. Pada tahun 2019 layanan air minum perpipaan baru sebesar 7,60 persen (13.474 sr). Untuk meningkatkan pelayanan air minum perpipaan, pemerintah Kota Pekanbaru mencari alternatif pendanaan melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), yakni KPBU SPAM Kota Pekanbaru yang saat ini dalam proses pelelangan dan KPBU SPAM regional Pekanbaru-Kampar yang saat ini dalam persiapan konstruksi.
Disamping kedua proyek KPBU tersebut, untuk meningkatkan layanan air bersih perpipaan, akan dibangun SPAM Rumbai dan SPAM Tenayan Raya, yang saat ini masih dalam tahap perencanaan. Jika keempat proyek SPAM tersebut selesai dibangun, akan mampu meningkatkan pelayanan air minum perpipaan menjadi 57,72 persen (138.200 sr).
Listrik- Kalau dulu kita sering mengalami mati listrik bergilir di Pekanbaru. Sejak dibangun pembangkit listrik PLTU / PLTG. Maka kita sudah jarang mengalami mati lisrik bergilir seperti dulunya.
Transportasi- dalam catatan Kementerian Perhubungan menyebutkan bahwa pengelolaan sistem pengelolaan transportasi di kota Pekanbaru adalah salah satu yang terbaik di Indonesia.
Dahulu sebelum tahun 2012, jumlah armada Trans Metro Pekanbaru hanya berjumlah 20 unit, sekarang berjumlah 100 unit lebih dan telah ada koridor menjangkau wilayah Pekansikawan.
Telekomunikasi – sampai hari ini sistem telekomunikasi di Pekanbaru sudah menyeluruh/ universal dan tidak ada black spot / kosong jaringan yang menandakan pelayanan bidang Telekomunikasi sudah terlaksana dengan baik.

Masjid Al-firdaus di komplek perkantoran Tenayan.
Indikator lainnya dilihat pada sektor pendidikan, saat ini sudah berdiri ratusan fasilitas pendidikan/gedung sekolah di Pekanbaru. Baik yang dibangun pemerintah, swasta, baik tingkat SD, SMP, SMA bahkan perguruan tinggi selama 10 tahun terakhir.
Perhatian kepada Guru MDTA. Menurut catatan Kemenag, Pekanbaru adalah Kota yang menaruh perhatian tinggi terhadap insentif guru MDTA.
Bidang kesehatan- sudah banyak berdiri Rumah Sakit di Pekanbaru, klinik-klinik, baik dibangun pemerintah seperti RS madani dimana sebelumnya belum ada rumah sakit rujukan milih Pemerintah Kota Pekanbaru.
Disamping itu 28 puskesmas ditingkatkan layanan nya dari Puskesmas Rawat Jalan menjadi Puskesmas Rawat Inap serta ada puskesmas wisata. Juga berdirinya klinik-klinik oleh pelaku usaha dan Rumah Sakit.
Di masa kepemimpinan Firdaus-Ayat kita bisa lihat pembangunan jalan, jembatan dan flyover di Pekanbaru, dan investasi yang cukup banyak di Pekanbaru. Ketika orang berbicara itu bukan Firdaus-Ayat/ dana APBD yang membangun, betul, karena Pemerintah menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah hanya 10 persen untuk membangun kota.
Namun, yang paling berperan membangun kota ini adalah pelaku usaha/ investor. Tapi pelaku usaha itu hanya akan datang ke daerah berpotensi besar, kepemimpinan yg sejuk, aman, daerah nyaman, untuk berinvestasi di Pekanbaru.
Maka Kepemimpinan Firdaus-Ayat dipandang sangat aman, nyaman oleh investor. Disamping Firdaus-Ayat juga sering dan aktif melakukan lobi-lobi berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun tingkat Asia.
KIT (Kawasan Industri Tenayan) juga sedang dibangun sebagai salah satu proyek strategis nasional. Yang akan mendatangkan investor nasional dan internasional. KIT akan menampung 150.000 tenaga kerja di Pekanbaru.

Komplek perkantoran Mal Pelayanan Publik Jalan Jenderal Sudirman.
KIT menjadi juga dijadikan sebagai rencana aksi di dalam pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19.
Untuk itu, dikatakan Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT, untuk percepatan pembangunan di wilayah Kecamatan Tenayan Raya, akan mengembangkan KIT menjadi kawasan strategis untuk industri baru.
"Dari 27 kawasan industri baru, ada 14 di pulau Sumatera, 2 di Provinsi Riau, dan itu adalah Tenayan di kota Pekanbaru. Kawasan Industri Tenayan insyaallah menjadi rencana aksi di dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi covid ini," sebut Firdaus.
Dalam tataruang 2020-2024, kata Firdaus, KIT direncanakan seluas 3.700 hektar. Tahap pertama yang masuk dalam kawasan strategis nasional seluas 1.550 hektar. Dan itu direncanakan untuk industri atau kawasan pengolahan Crude Palm Oil (CPO). Ditargetkan 2 juta ton per tahun CPO diolah di kawasan tersebut.
"Ini tentunya akan membuka lapangan pekerjaan dan diperkirakan itu akan tersedia lapangan pekerjaan sebanyak 155.000 tenaga kerja dalam masa 5 tahun dan maksimum dalam 10 tahun kedepan," ujar Firdaus.
Selain industri CPO, dikatakan orang nomor satu di kota Pekanbaru ini, wilayah Kecamatan Tenayan Raya akan jadi kawasan wisata.
Dalam kehidupan beragama. Firdaus-Ayat juga sudah membina 100 rumah ibadah masjid paripurna yang imamnya/manajemennya diberi gaji berasal dari APBD Pekanbaru.

Selain itu, penerapan alat bayar non tunai pada parkir tepi jalan umum terus dimaksimalkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru. Para juru parkir di sejumlah titik telah dilengkapi Mesin Elektronik Data Capture (EDC) sebagai alat bayar non tunai.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Yuliarso mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pilhan pembayaran parkir non tunai ini. Hal ini guna mendukung dan mewujudkan Pekanbaru sebagai kota digitalisasi.
"Masyarakat kita harapkan bisa memanfaatkan pembayaran non tunai. Masyarakat bisa tanyakan ke jukir mana alatnya. Karena begitu ingin parkir, jukir langsung menggunakan EDC," terang Yuliarso kepada media, Senin (17/1/2022) lalu.
Menurutnya, Jukir wajib memanfaatkan dan ikut mensosialisasikan kepada masyarakat. Para jukir harus menawarkan kepada masyarakat yang ingin parkir.
Dirinya mengaku, hingga saat ini sudah 50 mesin EDC yang tersebar di beberapa titik ruas Jalan Jendral Sudirman. Pemanfaatan mesin EDC ini bakal dilakukan secara bertahap pada ruas jalan protokol dan titik potensial.
Yuliarso memastikan, tim pengawas dari Dishub Pekanbaru bersama rekanan melakukan pengawasan setiap hari ke lapangan. Mereka memastikan layanan yang diberikan kepada masyarakat berjalan dengan baik.
"Jadi kalau ada jukir yang sudah dibekali EDC tapi tidak digunakan akan kita beri sanksi. Peringatan satu, dua, hingga bisa kita ganti nantinya kalau tidak berubah," sebutnya.(Detil.co*)