Pemko Pekanbaru Apresiasi Wisuda Tahfiz SD IT Al Fikri, 114 Murid Hafal Alquran

Ahad, 16 November 2025

Wisuda tahfiz Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Al Fikri di Aula Hotel Alpha, Sabtu (15/11/2025). 114 murid diwisuda setelah berhasil menghafal Alquran mulai dari satu juz hingga dua juz. Foto: Ist

Detil.co,Pekanbaru - Pemko Pekanbaru mengapresiasi pelaksanaan wisuda tahfiz yang digelar Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Al Fikri di Aula Hotel Alpha, Sabtu (15/11/2025). Sebanyak 114 murid diwisuda setelah berhasil menghafal Alquran mulai dari satu juz hingga dua juz.

Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyebut kegiatan ini selaras dengan upaya pemerintah kota dalam mewujudkan visi Pekanbaru Berbudaya dan Sejahtera. Pendidikan berperan sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda.

“Wisuda tahfiz ini memberi kontribusi nyata dalam pembinaan generasi yang berakhlak mulia,” ujarnya.

Markarius menilai keberadaan sekolah Islam terpadu seperti SD IT Al Fikri mampu memperkuat kualitas pendidikan, terutama yang berbasis Alquran. Ia berharap program tahfiz terus dikembangkan sehingga para murid kelak mampu menuntaskan hafalan hingga 30 juz.

“Ini baru langkah awal, baru satu juz. Perjalanan mereka masih panjang. Mudah-mudahan kegiatan ini berkesinambungan dan melahirkan para penghafal Alquran yang paripurna,” katanya.

SD IT Al Fikri dikenal memiliki keunggulan dalam penerapan Metode Ummi. Sebuah pendekatan pembelajaran Alquran yang dinilai efektif dalam meningkatkan kemampuan hafalan maupun bacaan siswa.

“Saya berharap metode ini dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain di Pekanbaru untuk memperkuat kurikulum pendidikan Alquran," harap Markarius.

Kesempatan berbeda, Kepala SD IT Al Fikri Wawat Nurmawati, menjelaskan, sekolah melaksanakan kegiatan Khotmul Quran dan Imtihan dengan menggunakan Metode Ummi. Kegiatan tersebut diikuti 69 peserta dari kelas 2 hingga kelas 5.

Kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, sebagai bentuk apresiasi kepada siswa yang telah menyelesaikan hafalan dan bacaan tartil. 

Kedua, kegiatan ini sebagai ungkapan rasa syukur atas pencapaian para murid. Ketiga, kegiatan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban sekolah kepada orang tua terkait perkembangan pembelajaran Alquran.

“Hari ini, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar turut hadir meskipun beliau sangat sibuk. Kehadiran beliau menjadi penyemangat bagi kami,” ujar Wawat.

Khataman  bukan akhir dari proses belajar Alquran. Melainkan, khataman merupakan awal bagi siswa untuk terus memperdalam hafalan, memahami kandungannya, serta mengaplikasikan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut juga melibatkan para orang tua. Wawat berharap adanya sinergi antara sekolah dan orang tua, khususnya dalam pendampingan pembelajaran Alquran di rumah.

“Peran orang tua itu sangat penting. Di rumah, merekalah yang mendampingi dan menjaga konsistensi hafalan anak. Saat ini memang belum ada murid yang hafal 30 juz, tetapi sudah ada yang mencapai 6 hingga 15 juz,” jelasnya.(DL/*)