
Harga sejumlah bahan pokok di pasaran saat ini mulai alami kenaikan. Salah satu pemicu akibat kurangnya pasokan dari daerah penghasil karena faktor cuaca, dan bencana alam yang terjadi. Foto: net
Detil.co,Pekanbaru - Kendalikan harga bahan pokok yang mengalami kenaikan, dan pastikan ketersediaan bahan pokok selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan menggelar pasar murah di beberapa wilayah.
"Akan ada operasi pasar nanti, melalui Dinas Ketahanan Pangan jelang Natal dan tahun baru," kata Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar, Selasa (2/12/2025).
Diakui Markarius Anwar, pasar murah perlu dilakukan guna mengendalikan harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.
Selama Nataru, diprediksi harga bahan pokok alami kenaikan, dan kebutuhan bahan pokok cenderung meningkat.
"Jadi ada tiga gelombang lagi akan kita gelar gerakan pangan murah," ujar Markarius.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang mengungkapkan, komoditi yang alami kenaikan harga cukup signifikan adalah cabai merah.
Saat ini harga cabai merah asal Bukittinggi di pasar tradisional capai Rp120 hingga Rp130 ribu per kilogram.
"Untuk cabai yang berasal dari Sumatera Barat, Bukittinggi, saat ini sudah ada di harga sekitar Rp120 sampai Rp130 ribu per kilo," terang Iwan.
Kenaikan harga sendiri terjadi sejak beberapa hari terakhir pasca bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar).
Namun demikian, Iwan memastikan lonjakan harga bukan disebabkan dampak bencana tersebut. Sebab, jalur distribusi dari Bukittinggi ke Pekanbaru tidak ada kendala.
"Jadi bukan karena jalur distribusi. Jalurnya masih bagus. Memang kondisi itu disebabkan karena di daerah asal, produksinya tengah terganggu," pungkasnya.***