
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho.
Detil.co,Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menargetkan akan menormalisasi saluran drainase sepanjang 900 kilometer pada 2026. Normalisasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi drainase dan tersambung dengan baik.
Normalisasi drainase ini juga salah satu upaya Pemko Pekanbaru dalam mengatasi persoalan banjir di sejumlah wilayah rawan.
"Bagaimana menyelesaikan 900 kilometer untuk normalisasi, maupun juga membersihkan sedimen di parit-parit yang ada di Kota Pekanbaru," kata Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, normalisasi saluran drainase ini tidak hanya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru saja. Namun juga dibantu oleh pihak kecamatan. Mereka bakal melakukan normalisasi pada drainase yang tidak berfungsi dengan baik.
Tidak hanya pembersihan sampah, juga akan dilakukan pengangkatan sedimen atau menambah kedalaman parit. Hal ini agar air yang melewati drainase dapat berjalan lancar.
Diberitakan sebelumnya, pembenahan saluran drainase ini menjadi satu upaya mengatasi persoalan banjir di beberapa titik Kota Pekanbaru.
Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar mengatakan, pembenahan drainase menjadi salah satu fokus pekerjaan Pemerintah Kota Pekanbaru pada tahun 2026.
"Drainase jadi fokus kita tahun ini. Cukup besar anggaran untuk drainase tahun ini, sekitar Rp100 miliaran lah," kata Markarius Anwar, Selasa (27/1/2026).
Wawako mengaku, saat ini pemerintah kota tengah melakukan pendataan kembali wilayah yang menjadi rawan banjir. Tim dari Dinas PUPR dan Dinas Perkim melakukan pemetaan drainase yang tidak berfungsi baik.
Seluruh kegiatan perbaikan drainase akan berpedoman pada master plan pengendalian banjir yang telah disusun oleh pemko.
Tahapan pekerjaan akan dimulai dari pembenahan parit dan saluran drainase berukuran besar. Kemudian, pekerjaan dilanjutkan dengan perbaikan drainase skala kecil di lingkungan permukiman.***