Wisuda Tahfizh Angkatan VIII SMP Negeri Madani, Plt Kadisdik Berharap Lahir Penghafal Alquran Berakhlak Mulia

Senin, 25 Mei 2026

Walikota Pekanbaru, H Agung Nugroho, diwakili Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan, menghadiri acara Wisuda Tahfizh Angkatan VIII SMP Negeri Madani Kota Pekanbaru Kelas VII, VIII dan IX, sekaligus pelepasan siswa kelas IX

Detil.co,Pekanbaru - Walikota Pekanbaru, H Agung Nugroho, diwakili Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan, menghadiri acara Wisuda Tahfizh Angkatan VIII SMP Negeri Madani Kota Pekanbaru Kelas VII, VIII dan IX, sekaligus pelepasan siswa kelas IX SMP Negeri 41 Madani, Senin (25/5/2026).

Mewakili pemerintah kota, Plt Kadisdik Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan, yang turut didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan SMP, Desi Andarwati, mengapresiasi wisuda ratusan peserta didik SMP Negeri Madani.

Alek Kurniawan berharap, SMP Negeri 41 Madani melahirkan penghafal alquran berakhlakul karimah.

"Kita berharap, sekolah unggulan pemerintah kota SMP Negeri 41 Madani ini tentu akan lahir hafiz-hafiz atau penghafal-penghafal alquran, anak-anak kota Pekanbaru yang nantinya punya ilmu pengetahuan, dan tentunya berakhlakul karimah," harap Alek Kurniawan.

Alek Kurniawan menyampaikan, ada 115 orang peserta didik yang di wisuda.

"Ada sekitar 115 orang yang di wisudah tahfiz. Dengan hafalan lima juz sampai dengan 27 juz. Alhamdulillah, sesuai dengan program bapak Walikota Pekanbaru, H Agung Nugroho, Pekanbaru Cinta Alquran, yang mana nantinya melahirkan, mencetak 10 ribu hafiz alquran. Inilah salah satunya SMP Negeri 41 Madani ini, yang merupakan sekolah unggulan pemerintah kota yang menjadi tempat melahirkan hafiz-hafiz alquran tentunya," ujar Alek Kurniawan.

Plt Kadisdik Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan juga mendorong sekolah negeri lainnya di Kota Pekanbaru agar mencetak penghafal alquran melalui program mengaji dan hafiz alquran.

Ditempat yang sama, Plt Kepala SMP Negeri 41 Madani Pekanbaru, Marlina mengatakan, program tahfiz di sekolah tersebut telah berjalan konsisten dari tahun ke tahun. Pada angkatan sebelumnya, terdapat 124 lulusan tahfiz dari kelas VII, VIII, dan IX. 

"Sedangkan lulusan untuk kelas IX saat ini, jumlah siswa putra dan putri masing-masing sebanyak 24 orang," katanya.

Meski berstatus sekolah negeri, SMP Negeri 41 Madani tetap memiliki program unggulan tahfiz Al-Qur'an tanpa mengurangi pembelajaran umum. Struktur kurikulum tetap sama seperti SMP negeri biasa.

"Namun, anak-anak mendapatkan tambahan pelajaran tahfiz. Sehingga, beban belajar mereka lebih berat,” ungkap Marlina.

Bahkan, para peserta didik menjalani sistem belajar hingga malam hari. Setelah pembelajaran umum selesai, peserta didik melanjutkan kegiatan menghafal Al-Qur'an di masjid hingga sekitar pukul 21.30 WIB.

“Bukan hanya full day, tetapi juga full night. Anak-anak belajar tahfiz sampai malam,” ucap Marlina.

Para lulusan tahfiz memiliki peluang besar melanjutkan pendidikan ke sekolah unggulan melalui jalur khusus tahfiz. Banyak lulus SMP Madani ini yang diterima di SMA Negeri 1, SMA Negeri 8, SMA Plus, MAN 1, MAN 2, hingga sejumlah sekolah di Pulau Jawa dan pondok pesantren.

"Saya harap mereka tetap menjaga hafalan Al-Qur'an setelah lulus nanti. Menjaga hafalan jauh lebih sulit dibandingkan menghafalnya. Kalau mereka tetap menjaga hafalan Al-Qur'an, mudah-mudahan hidup mereka akan lebih terarah,” tutupnya.

Acara Wisuda Tahfizh Angkatan VIII SMP Negeri Madani Kota Pekanbaru Kelas VII, VIII dan IX, sekaligus pelepasan siswa kelas IX SMP Negeri 41 Madani, turut dihadiri Kepala SMP Negeri 41 Madani, Komite sekolah, para kepala sekolah pada masanya di SMP Negeri 41 Madani, dan alumni SMP Madani.(DL/02)