SD Negeri 123 Pekanbaru Berkomitmen Dukung Program Green City

Kamis, 28 Mei 2026

Peserta didik SDN 123 tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan. Foto: Istimewa

Detil.co,Pekanbaru - SD Negeri 123 Pekanbaru menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh Program Green City yang digagas oleh Walikota Pekanbaru, H Agung Nugroho. Sebagai salah satu sekolah negeri di Kecamatan Marpoyan Damai, SDN 123 berkomitmen menjadikan pendidikan lingkungan sebagai bagian penting dari pembelajaran sehari-hari.

SDN 123 Pekanbaru yang beralamatkan di Jalan Duyung No. 66, Kelurahan Tengkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai. Dengan status Akreditasi A, sekolah ini terus aktif mengembangkan berbagai kegiatan yang mendukung kesadaran lingkungan di kalangan peserta didik.

Kepala Sekolah SDN 123 Ratna Dewi M.Pd menyampaikan, sangat berkomitmen terhadap Program Green City kota Pekanbaru dimulai dari pelaksanaan program  Green School yang bertujuan menjadikan sekolah lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan melalui penghijauan, pengelolaan sampah yang baik, penghematan energi, serta pembentukan budaya peduli lingkungan. SDN 123 siap berkontribusi melalui beberapa langkah konkret.

Seperti disampaikan Ratna Dewi, diantaranya penanaman dan perawatan tanaman. SDN 123 Pekanbaru melakukan  penghijauan dengan program 1 peserta didik 1 polybag yang berisi tanaman sayur.

Tanaman sayur ini dijadikan kebun di sekolah, setiap anak bertanggung jawab untuk merawatnya sampai panen. Selain tanaman sayur, juga ada tanaman hias dan pohon buah lainnya. Selain membuat tanaman menjadi hijau, program ini juga dapat melatih tanggung jawab setiap peserta didik. 

Kemudian pemilahan sampah. Dengan mendorong peserta didik memilah sampah organik dan non-organik sejak dini, sesuai dengan gerakan pemilahan sampah dari sumber yang digalakkan Pemko Pekanbaru. Sekolah juga berencana mendirikan bank sampah sederhana.

Pengolahan sampah. Selain memilah sampah, ada juga program mengolah sampah menjadi barang yang bermanfaat. Sampah organik seperti daun, ranting, dan sisa MBG dijadikan sebagai kompos dan pupuk cair. Pupuk yang dihasilkan digunakan untuk pemupukan atau perawatan kebun sayur sekolah. Sedangkan sampah anorganik, diolah menjadi pot-pot cantik, ecobrik, dan kerajinan lainnya. Hasil karya dipamerkan saat kegiatan class meeting nantinya. 

Pendidikan Lingkungan. Mengintegrasikan materi Green City ke dalam Projek ko kurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler, sehingga peserta didik tidak hanya paham teori, tapi juga terbiasa mempraktikkan gaya hidup ramah lingkungan.

Penghematan Energi. Melanjutkan dan memperkuat kampanye hemat listrik serta penggunaan air secara bijak, seperti yang pernah ditunjukkan sekolah dalam berbagai kegiatan sebelumnya.

Kepala Sekolah SDN 123 Pekanbaru beserta seluruh majelis guru dan tenaga kependidikan meyakini bahwa pendidikan lingkungan harus dimulai sejak usia dini. 

"Kami ingin siswa-siswa SDN 123 tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan," ujarnya.

Program Green City yang digalakkan Walikota Pekanbaru, H Agung Nugroho ini mendapat respon positif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Banyak sekolah di Pekanbaru telah mulai menerapkan konsep Green School sebagai bagian dari target Green City. SDN 123 berharap dapat menjadi salah satu contoh sekolah yang aktif mendukung visi tersebut.

Dengan semangat gotong royong, SDN 123 Pekanbaru mengajak seluruh orang tua peserta didik, warga sekitar, dan komunitas untuk bersama-sama mewujudkan Pekanbaru sebagai kota hijau yang bersih, sehat, dan nyaman bagi generasi mendatang.

"Mari dukung bersama. ?Dari lingkungan sekolah yang hijau, menuju Pekanbaru Green City yang lebih baik," ucapnya.***