
Ilustrasi. Foto: Net
Detil.co,Pekanbaru - Kabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang menurun hingga kurang dari 1.000 meter.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Warjono di rumah dinas wali kota, Selasa (15/9/2026), mengatakan, penurunan jarak pandang tersebut dipengaruhi asap kebakaran hutan dan lahan yang terbawa angin dari wilayah selatan. Titik api yang ada di Riau ada 29 hotspot.
"Titik api ini terpantau di Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir. Jadi, asap di Pekanbaru terbawa dari selatan," ujarnya.
Kondisi kebakaran di wilayah luar Riau juga cukup signifikan. BMKG memantau terdapat lebih dari 2.000 titik api di Provinsi Sumatera Selatan dan lebih dari 400 titik api di Provinsi Jambi. Dengan kondisi tersebut, arah pergerakan angin turut membawa asap menuju wilayah Riau, termasuk Pekanbaru.
"Arah angin dari tenggara ke selatan menuju utara. Asap berasal dari Sumatera Selatan dan Jambi," jelas Warjono.
Kondisi serupa juga berpotensi memengaruhi kualitas udara di negara tetangga. Pergerakan asap menuju Singapura diperkirakan berasal dari wilayah Sumatera, termasuk Jambi, atau bahkan Kalimantan, sesuai dengan pola arah angin.
Sementara itu, kualitas udara di Pekanbaru masih berada pada level yang mengkhawatirkan. Berdasarkan pemantauan BMKG, konsentrasi partikulat tercatat sekitar 220 mikrogram per meter kubik.
"Untuk kondisi ISPU atau kondisi udara, di BMKG tercatat 220. Tingkatannya sudah masuk kategori bahaya," ucap Warjono.
Kondisi kualitas udara sempat mengalami penurunan pada pagi hari. Tetapi, konsentrasi partikulat masih berada di atas ambang 150 mikrogram per meter kubik.
"Masih dalam kategori sangat berbahaya karena rata-rata masih di atas 150 mikrogram per meter kubik," pungkasnya.***