Wawako Pekanbaru: Kuliah Proses Persiapan Diri Jadi Manusia yang Bermanfaat

Jumat, 02 Oktober 2026

Wakil Walikota Pekanbaru, H Markarius Anwar menghadiri kegiatan Kuliah Umum dan PKKBM Institut Pendidikan dan Teknologi 'Aisyiyah Riau (IPTAR) Tahun Akademik 2026/2027, Jum'at (2/10/2026). Foto: Ist

Detil.co,Pekanbaru - Wakil Walikota Pekanbaru, H Markarius Anwar menghadiri kegiatan Kuliah Umum dan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKBM) Institut Pendidikan dan Teknologi 'Aisyiyah Riau (IPTAR) Tahun Akademik 2026/2027, Jum'at (2/10/2026).

Turut hadir dalam kegiatan PKKBM Wakil Rektor I IPTAR, Paijan Rambe M.Pd, Wakil Rektor II Institut IPTAR, Dr Asri Neli Putri M.Pd.E, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, M Job Kurniawan AP M.Si, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Dr Hendri Sayuti MA, Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Riau, Dr Epi Parinda M.Pd, Ketua Badan Pembina Harian Perguruan Tinggi 'Aisyiyah Riau, Prof Dr Irwan Effendi M.Sc, para Dosen, Civitas Akademika IPTAR, dan mahasiswa baru.

Wawako Pekanbaru, Markarius Anwar mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan. Dan menyampaikan ucapan selamat kepada mahasiswa baru IPTAR.

Markarius menyampaikan, kegiatan yang diselenggarakan adalah bekal awal bagi mahasiswa baru dalam mengenal lingkungan akademik, dan juga memperoleh wawasan, motivasi dan inspirasi dalam mempersiapkan diri menjadi generasi yang berkemajuan.

"Karena itu, saya ingin mengajak adik-adik sekalian untuk tidak memandang kuliah hanya sebagai jalan untuk mendapatkan ijazah. Kuliah adalah proses untuk mempersiapkan diri menjadi manusia yang lebih siap memberi manfaat," ucap Markarius.

Disampaikan pula, menjadi mahasiswa bukan hanya sekadar perubahan status, tetapi mulai belajar berpikir mandiri, berani bertanya, berani menyampaikan pendapat, nampu melihat persoalan dari berbagai sudut pandang, dan mulai menentukan arah masa depan diri sendiri.

Wawako Pekanbaru Markarius menyinggung tema yang diangkat dalam kegiatan, "Generasi Berkemajuan untuk Negeri dan Lingkungan".

Menurutnya, generasi berkemajuan adalah generasi yang berilmu, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, mampu bekerja sama, peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.

Jangan hanya bercita-cita menjadi orang pintar. Bercita-citalah menjadi orang yang ilmunya bermanfaat. Jangan hanya ingin memiliki pekerjaan.

Bercita-citalah menjadi orang yang mampu menciptakan pekerjaan dan membuka kesempatan bagi orang lain. Jangan hanya ingin sukses untuk diri sendiri. Tetapi jadilah generasi yang ketika sukses nanti mampu mengatakan.

"Saya ingin keberhasilan saya juga membawa manfaat bagi masyarakat. Itulah semangat generasi berkemajuan," ucap Markarius.

Saat kegiatan, Markarius juga menyinggung perkembangan AI dan teknologi, digitalisasi, perubahan lingkungan, ekonomi baru dan persaingan global. Yang semuanya bergerak sangat cepat.

Untuk itu, Markarius menyampaikan pesan, jangan takut terhadap perubahan. Belajarlah menghadapi perubahan.

"Dan yang tidak kalah penting adalah karakter. Adik-adik sekalian. Kota adalah laboratorium kehidupan. Persoalan kota bukan hanya persoalan pemerintah. Persoalan kota juga merupakan ruang belajar dan ruang kontribusi bagi generasi muda," ujarnya.

Di Kota Pekanbaru, kata Markarius, ada berbagai persoalan yang terjadi, mulai dari kemacetan dan transportasi, banjir, sampah, air minum, ruang publik, UMKM dan lapangan kerja, serta persoalan lingkungan.

"Saya berharap, mahasiswa tidak hanya melihat persoalan tersebut sebagai sesuatu yang harus diselesaikan pemerintah. Tetapi lihatlah sebagai kesempatan untuk belajar dan berkontribusi. Artinya, bagaimana ilmu tersebut digunakan dan diwujudkan dalam karya dan pengabdian akan menjadi manfaat," pesan Markarius.

Dirinya juga berpesan, ada lima hal yang harus dibangun selama kuliah. Jangan hanya mengejar IPK. Yang pertama Ilmu, pahami bidang masing-masing. Kedua Karakter, jaga integritas. Ketiga Kompetensi, kuasai sesuatu dengan serius. Keempat Karya, hasilkan sesuatu yang nyata. Kelima Jejaring, belajar bekerja dengan orang lain.***