Pneumonia di Pekanbaru Tahun 2025 Capai 61.896 Kasus

Ilustrasi. Net

Detil.co,Pekanbaru - Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan Pekanbaru mendata, Januari hingga September tahun 2025, kasus Pneumonia di Pekanbaru sebanyak 61.896 kasus. 

Data Dinas Kesehatan, Pneumonia pada anak usia di bawah 5 tahun mencapai 159 kasus, usia 5 tahun ke atas sebanyak 67 kasus.

"Pneumonia untuk anak dibawah 5 tahun ada 159 kasus. 5 tahun ke atas 67 kasus. 8.576 kasus untuk balita. Dengan total kasus dewasa dan anak sebanyak 61.896 kasus," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Edi Satriawan, Sabtu (13/9/2025).

Edi Satriawan menyampaikan, selain Pneumonia, ada berbagai jenis penyakit menular secara langsung, seperti ISPA, Diare, Tuberkulosi (TBC), HIV-AIDs, dan Hepatitis.

Dan ada penyakit menular yang disebabkan oleh gigitan hewan, seperti rabies oleh Anjing, dan Nyamuk Aedes Aegypti betina pembawa virus dengue yang menyebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Tidak hanya pembawa virus dengue, Nyamuk Aedes Aegypti juga dapat membawa Virus Zika, Chikungunya dan demam kuning.

"Vektor nya nyamuk seperti DBD, Chikungunya, dan Malaria. Filariasis Limfatik atau kaki gajah, ini disebabkan cacing dan nyamuk. Kalau menular langsung itu ada ISPA, Diare, Pneumonia, TB, HIV-AIDS, Hepatitis," ulasnya.

"Disebabkan binatang ada juga seperti rabies. Seperti kasus rabies yang belum lama ini, ada warga di Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya digigit anjing positif rabies. Untuk penanganannya langsung kita beri vaksin (rabies)," ujarnya.

Untuk mencegah atau menekan penyakit menular, disampaikan Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Edi Satriawan, pihaknya melakukan skrining.

"Kalau yang untuk (penyakit) menular langsung, kami melakukan skrining di 21 puskesmas. Seperti ISPA, diare. Yang bersumber dari binatang seperti rabies atau hewan berbisa, kita menyiapkan vaksin," terangnya.

Edi Satriawan mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dini secara gratis, di 21 puskesmas milik Pemerintah Kota Pekanbaru, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran penyakit menular.

"Untuk skrining ini, masyarakat harus datang ke puskesmas. Kalau merasa tidak enak badan, datanglah ke puskesmas, petugas di puskesmas akan siap melayani, obat disediakan. Obatnya gratis, ditanggubg pemerintah semua obatnya," tutupnya.

Untuk diketahui, pneumonia kasus peradangan pada kantung udara paru-paru (alveoli), yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus atau jamur. Gejala penyakit ini seperti batuk, sesak napas, demam, dan nyeri pada bagian dada.(DL/02)


[Ikuti Detil.co Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar