Berbagai Program Pro Rakyat Dijalankan Masa Kepemimpinan Wako Agung - Wawako Markarius
Detil.co,Pekanbaru - Setelah resmi dilantik sebagai Walikota (Wako) dan Wakil Walikota (Wawako) Pekanbaru periode 2025–2030 oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025, H Agung Nugroho SE MM, bersama H Markarius Anwar, ST M.Arch, berbagai kebijakan atau program pro rakyat dijalankan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Mulai dari pembenahan infrastruktur, pendidikan gratis bagi masyarakat kurang mampu, persoalan kesehatan, hingga penanganan persoalan sampah yang selama ini menjadi pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan.
Berbagai program yang telah direalisasikan pemerintah kota di bawah kepemimpinan Agung Nugroho- Markarius Anwar, dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat kota Pekanbaru.

Walikota Pekanbaru, H Agung Nugroho.
Kemajuan yang terstruktur hingga melampaui target, menjadi fondasi untuk melanjutkan transformasi menuju Pekanbaru yang lebih bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Dalam satu tahun terakhir, Pekanbaru menunjukkan satu hal yang jelas, yakni arah pembangunan bergerak lebih terstruktur, pelayanan publik makin mendekat ke warga, dan tata kelola kota mulai dibenahi secara menyeluruh.
Setelah dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru, Agung bersama Markarius mengambil kebijakan dengan menurunkan tarif parkir kendaraan bermotor. Kendaraan roda dua sebesar Rp 1.000 dan roda empat Rp 2.000.
Wakil Walikota, Markarius, saat melakukan peninjauan tambal sulam jalan di Kecamatan Sail, pada Jumat (21/2/2025) silam, mengatakan, kebijakan penurunan tarif parkir di Kota Pekanbaru telah ditandatangani.
"Kebijakan penurunan tarif parkir baru saja ditandatangani kemarin. Jadi, butuh waktu untuk penerapan di lapangan, bukan hanya sosialisasi kepada masyarakat, tetapi juga kepada operator parkir (dalam hal ini PT Yabisa Sukses Mandiri)," kata Markarius saat peninjauan tambal sulam jalan di Kecamatan Sail.
Dirinya ketika itu juga telah meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru untuk segera menerbitkan surat edaran kepada operator parkir. Agar, operator parkir segera menerapkan Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 02 Tahun 2025 tentang Peninjauan Tarif Retribusi Jasa Umum atas Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum.
"Tarif parkir memang harus turun. Kami juga menggerakkan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksan) untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kebijakan ini," jelasnya.
Pemko Pekanbaru berkomitmen untuk memastikan kebijakan ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan sosialisasi yang optimal, diharapkan penyesuaian tarif parkir dapat segera diterapkan secara efektif di seluruh wilayah Kota Pekanbaru.

Walikota Pekanbaru, H Agung Nugroho.
Berangkat dari kebijakan penurunan tarif parkir, Walikota Agung dan Wakil Walikota Markarius, juga fokus terhadap sektor lingkungan, dengan menggulirkan program Gerakan Seribu Sampah dan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) yang dibentuk di 83 kelurahan.
Melalui dinas terkait, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, dan juga Satpol PP Kota Pekanbaru, turut mengawal program sektor lingkungan yang dijalankan. Dengan melakukan penindakan terhadap pelaku pembuang sampah ilegal, dan juga mengamankan kendaraan angkutan sampah ilegal yang membuang sampah disembarang tempat.
Melalui tim terpadu, yakni Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru (Bapenda) dan Satpol PP Kota Pekanbaru, pemerintah kota juga melakukan penertiban terhadap ratusan tiang reklame ilegal.
Permudah Layanan Adminduk, Walikota Pekanbaru Luncurkan Mobil AMAN Keliling
Mobil AMAN sendiri merupakan salah satu inovasi yang dicetuskan oleh Wako dan Wawako Pekanbaru pasca dilantik pada 20 Februari 2025 lalu.
Yang mana sebelumnya juga sudah menurunkan tarif parkir bagi sepeda motor menjadi Rp1.000,- dari sebelumnya Rp2.000,- dan kendaraan roda empat menjadi Rp2.000,- dari sebelumnya Rp3.000,-. Dia juga sudah menggratiskan layanan Trans Metro Pekanbaru (TMP) bagi anak sekolah.
Peluncuran mobil AMAN di Kecamatan Bukitraya, pada Jumat (13/3/2025), sebagai sarana bagi pencetakan administrasi kependudukan (Adminduk) keliling.
Mobil Adminduk keliling ini diberi nama Mobil AMAN, yakni Administrasi Kependudukan sampai Tuntas, Aman dan Nyaman.
"Kita memang gerak cepat, untuk rakyat kita tak boleh lambat. Ini baru beberapa inovasi, masih banyak lagi mudah-mudahan ini bisa meringankan masyarakat tidak jauh-jauh lagi ngurus Adminduknya," ungkapnya saat itu.
Selain mempermudah masyarakat dalam pengurusan adminduk, pemerintah kota juga berkomitmen dalam pengendalian banjir. Dengan penanganan 20 titik rawan banjir, normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer, drainase, dan DAS sepanjang 109,5 kilometer.
Penanaman 15 ribu pohon untuk memperkuat visi Pekanbaru Green City yang berkelanjutan juga dilakukan.
Solidaritas juga ditunjukkan Pemerintah Kota Pekanbaru terhadap daerah terdampak banjir, seperti di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dengan menyalurkan bantuan tunai dan sembako masing-masing senilai Rp 3 miliar dan Rp 1,5 miliar.
Pemerintah kota dibawah kepemimpinan Wako Agung dan Wawako Markarius, juga menjalankan program basiswa S1 hingga S3, termasuk bagi Hafiz Al-Qur’an. Dan juga program Zero Putus Sekolah, yang berhasil menjaring 1.778 anak dengan berbagai latar permasalahan dan mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan. Hingga menanggulangi kendala ijazah yang tertahan dan membantu perlengkapan sekolah.
Guna menyukseskan wajib belajar 13 tahun, pemerintah kota Pekanbaru telah mewujudkan pemenuhan 1 PAUD 1 Kelurahan, dengan menginterasikan pada layanan posyandu, serta meningkatkan kompetensi kader dengan mengadakan pelatihan kader posyandu yang menjadi bagian dari strategi menekan angka stunting dan memperkuat kualitas generasi mendatang.
Pemeriksaan kesehatan gratis, Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik dan kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).
Tidak hanya fokus pada penurunan tarif parkir kendaraan, adminduk, hingga penanganan banjir, dalam bidang prestasi dan penguatan identitas budaya turut mewarnai perjalanan setahun kepemimpinan Agung-Markarius. Kota Pekanbaru meraih Juara 2 MTQ Tingkat Provinsi Riau dan sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota.
Pemerintah Kota Pekanbaru juga melaksanakan Festival Kreatif Budaya Melayu. Kegiatan ini digelar untuk menghidupkan nilai kultural sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM.
Gaya hidup sehat didukung melalui Event Lari Pekanbaru 10K dan peresmian Stadion Mini Gelora Hang Tuah. Pemberdayaan masyarakat diwujudkan lewat Program Rp 100 Juta per RW.
Pemerintah Kota Pekanbaru dihadiri langsung Walikota H Agung Nugroho dan Wakil Walikota, H Markarius Anwar, juga melantikan 5.137 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan pemerintah kota. Pelantikan berlangsung di Lapangan Upacara Komplek Perkantoran Tenayan Raya, Rabu (31/12/2025).
Tidak hanya melantik ribuan PPPK, pemerintah kota juga menberi tunjangan kinerja ke-14 kepada ASN dilingkungan pemerintah kota, untuk memperkuat kapasitas aparatur.
Perbaikan infrastruktur juga berjalan, tercatat melampaui target. Lebih dari 42 kilometer jalan diperbaiki. Dan 42 halte diremajakan, lampu penerangan dipasang, dan wifi gratis dihadirkan di sejumlah titik.
Dari sektor ekonomi, untuk menjaga daya beli masyarakat, Bazaar Pangan Murah juga digelar, dan berlangsung di 50 lokasi.
Dari sisi tata kelola, utang warisan senilai Rp 467 miliar berhasil dilunasi, masuk investasi baru, dan proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan hanya dalam satu jam.
Sebagai Bentuk komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam meningkatkan rasa aman dan perlindungan bagi masyarakat, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho secara resmi meluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112.
Dalam bidang lingkungan, Kota Pekanbaru menapaki babak baru dalam pengelolaan sampah melalui pengembangan proyek waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menerima penghargaan peringkat dua nasional pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Pemerintah Pusat atas keberhasilannya dalam menekan angka kemiskinan dan stunting.
Berkaitan dengan Program Strategis Nasional (PSN), Makan Bergizi Gratis (MBG), terdapat 27 dapur umum MBG. Satu dapur umum menyiapkan sekitar 3.000 hingga 3.500 porsi MBG per hari.
Koperasi Merah Putih sebanyak 83 koperasi yang berbadan hukum di setiap kelurahan. Digitalisasi Pendidikan Program digitalisasi Pendidikan masih berlangsung. Salah satu contoh mendapat smartboard atau papan tulis pintar di sekolah negeri Kota Pekanbaru.
Sekolah Rakyat. Pembangunan fisik masih dalam tahap persiapan dan lahan sudah tersedia. Siswa sudah mulai bersekolah di Sentra Abiseka Kota Pekanbaru milik Kementerian Sosial.
Pemerintah Kota Pekanbaru juga mendorong pengembangan UMKM sebagai alat penekan angka kemiskinan, menghapus kemiskinan ekstrem.
Pemerintah kota juga membangun 42 unit rumah layak huni baru dan rehabilitasi 12 unit rumah. Pembangunan gas kota, dengan 20 ribu sambungan rumah jaringan gas.(ADV)


Tulis Komentar