Cari Penderita TBC, Dinkes Pekanbaru Bekerjasama dengan 156 Faskes, Lapas dan Rumah Tahanan
Detil.co,Pekanbaru - Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru bekerjasama dengan 156 fasilitas kesehatan dalam mencari penderita Tuberkulosis (TBC). Diantaranya 31 rumah sakit pemerintah dan swasta, dan 125 klinik.
Tidak hanya dengan pihak rumah sakit dan klinik, pihak Dinkes juga bekerjasama dengan empat lembaga pemasyarakatan, dan satu rumah tahanan.
"Kita bekerjasama dengan 31 rumah sakit pemerintah dan swasta dalam upaya mencari penderita (TBC), kemudian 125 klinik, dan empat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), satu Rumah Tahanan. Itu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan," terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto kepada Detil.co, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Edi Satriawan, Jumat (12/9/2025).
Menurutnya, untuk menekan kasus TBC, Dinkes harus menemukan terlebih dahulu penderita TBC.
"Iintinya dicari dulu. Jadi konsepnya gini, kalau barang itu tidak ditemukan macam mana mau menekan (kasus TBC). Dia harus ditemukan dulu, semaksimal mungkin ditemukan. Setelah ditemukan, diperiksa, di obati. Itu strateginya," jelasnya.
Diungkap, Tahun 2025 Dinkes menemukan sebanyak 3.713 kasus TBC. 3.498 kasus telah ditangani dan diberikan obat.
"Di 2025 capaiannya 3.498 kasus, dari target 4.354. Jadi kita bekerja pakai target. Ini belum setahun, baru masuk September. Di 2024 itu targetnya itu 4.847 kasus TB. Capaiannya itu 4.834 kasus," ungkapnya.
Untuk dapat menekan kasus TBC, Dinkes Kota Pekanbaru mengingatkan masyarakat, jika batuk dalam kurun waktu dua minggu berturut-turut tidak sembuh, harap mendatangi puskesmas untuk melakukan pemeriksaan dini.
"Silahkan kunjungi puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk memeriksakan diri ke puskesmas, apakah memang positif kenak tuberkulosis atau memang batuk biasa. Dengan memeriksakan diri, dapat diketahui apa penyakitnya, dan bisa dicari solusinya," pungkasnya.(DL/02)
Portal Berita Detil.co hadir sebagai media alternatif bagi pembaca, sebagai media pemberitaan penyeimbang dengan gaya penulisan dan peliputan lebih kritis, berani dan mencerdaskan serta mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik. Selengkapnya


Tulis Komentar