Operasi Laut Interdiksi Terpadu, BNN Amankan 177 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Operasi Laut Interdiksi Terpadu, BNN Amankan 177 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi. Foto: Ist

Detil.co,Pekanbaru - Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI), berhasil mengamankan Sebanyak 177,4 Kilogram narkotika jenis sabu dan 19.700 butir pil ekstasi saat menggelar Operasi Laut Interdiksi Terpadu dengan melibatkan BNNP Riau, TNI, Korpolairud Baharkam Polri, Ditjen Bea Cukai Kemenkeu, Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub serta Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP.

Operasi ini resmi ditutup di Dermaga TNI AL, Dumai, Provinsi Riau, Selasa, 23 Agustus 2022 dan berhasil mengungkap 3 kasus. Dalam operasi ini, turut ditangkap 7 orang tersangka dimana salah satunya meninggal dunia.

Kepala Biro Humas dan Protokol BNN RI, Sulistyo Pudjo mengatakan, kasus pertama tim gabungan berhasil mengamankan 31,7 Kg sabu di Sumatera Selatan (Sumsel) dan di Lampung.

"Berawal dari informasi masyarakat tentang adanya dugaan peredaran narkoba dari Palembang ke Lampung, BNN RI melakukan penyelidikan. Pada tanggal 27 Juli 2022, BNN RI berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial SU di pintu masuk Gerbang Tol Kayu Agung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan," katanya dalam keterangan perssnya, Selasa (23/08/2022).

Setelah dilakukan penggeledahan di dalam mobilnya, kata Pudjo, petugas menyita sebuah tas berisi sabu seberat 31,7 kg. Selanjutnya, pada tanggal 28 Juli 2022 petugas melakukan controlled delivery di daerah Lampung dan mengamankan HZR, di daerah Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.

Kasus kedua diamankan 42,6 kg Sabu dan 19.700 Butir Ekstasi dari Jaringan Malaysia-Tanjung Balai. Petugas BNN RI melakukan penyelidikan di daerah Tanjung Balai, Sumatera Utara. Setelah mendapatkan informasi tentang dugaan peredaran narkoba di kawasan tersebut. Pada tanggal 2 Agustus 2022, petugas BNN RI mengamankan tersangka RH di Stasiun Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap RH, petugas BNN RI selanjutnya melakukan pengembangan kasus untuk menangkap tersangka lainnya. Petugas akhirnya berhasil mengamankan KF dan JK beserta sabu seberat 42,6 kg dan ekstasi sebanyak 19.700 butir yang ditanam di sekitar rumah," katanya.

Sedangkan saat operasi terpadu digelar, kata Pudjo, BNN RI juga mengungkap 1 kasus peredaran narkoba di daerah Aceh Timur. Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat tentang pengiriman narkoba jenis sabu dari Malaysia dengan menggunakan kapal jalur laut melalui Selat Malaka.

Pada tanggal 15 Agustus 2022, tim gabungan mengidentifikasi sebuah kapal yang diduga membawa narkotika  ke daerah pantai Pendawa dan kemudian diketahui narkotika tersebut dibawa ke daerah Peureulak, Aceh Timur dengan mobil.

"Tim gabungan yang telah stand by melakukan pengejaran dan mencoba menghentikan kendaraan tersebut. Namun pelaku malah tancap gas dan tidak mengindahkan peringatan petugas bahkan mencoba menabrak petugas. Petugas akhirnya melakukan tindakan tegas terukur dan berhasil melumpuhkan tersangka AS. Setelah dilakukan penggeledahan, petugas menyita sabu seberat 31,2 kg. Tersangka AS dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan namun meninggal dunia," ucapnya.

Kemudian, pada Selasa, 16 Agustus 2022, Tim gabungan yang dibantu Tim Polres Aceh Timur mengembangkan kasus dengan melakukan penggeledahan dan penangkapan terhadap JU  di rumahnya di daerah Pendawa, Aceh Timur. Barang bukti berupa sabu seberat 71,9 kg disita dari tangan tersangka.

Operasi Laut Interdiksi Terpadu tahun 2022 dengan sandi Purnama telah dilaksanakan di area Selat Malaka, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Kepulauan Seribu dan sejumlah titik perairan lainnya yang dinilai rawan penyelundupan narkotika.

"Kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholder dalam rangka pemberantasan jaringan sindikat narkotika guna mewujudkan Indonesia Bersinar," tutupnya.(Detil.co/*)


[Ikuti Detil.co Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar