Dinas Kesehatan Pekanbaru Catat Ratusan Kasus Gigitan Hewan Rabies di 2025
Detil.co,Pekanbaru - Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan setempat mencatat, hingga Januari 2025, sebanyak 509 kejadian gigitan hewan penular rabies.
Dibandingkan pada tahun 2024, kasus gigitan hewan penular rabies di Kota Pekanbaru pada tahun ini mengalami penurunan.
Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, jumlah kasus gigitan hewan penular rabies menurun 224 kasus. Total kasus gigitan hewan penular rabies mencapai
733 kasus di 2024.
Masyarakat harus tetap waspada terhadap ancaman penularan rabies.
"Walau ada penurunan, tetap masih ada kasus gigitan hewan penular rabies sampai saat ini," ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Fira Septiyanti kepada media.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman hewan penular rabies. Ia
menegaskan bahwa rabies bisa ditularkan dari gigitan anjing atau hewan penular rabies lainnya seperti kucing hingga monyet.
Ada sejumlah ciri hewan rabies, yakni perubahan perilaku dan bertingkah aneh seperti menggigit kayu atau benda keras.
Kemudian hewan peliharaan yang biasanya jinak menjadi galak. Kondisi hewan dengan kondisi sebaliknya juga patut diwaspadai.
Ciri lainnya seperti jadi sering menggigit dan menjadi buas. Lalu kondisinya gemetar kejang-kejang serta mengeluarkan air liur.
Kemudian hewan terinfeksi rabies kerap bersembunyi dan takut terhadap cahaya. Sedangkan gejala rabies pada anak anjing sering tidak nampak jelas.
"Tapi jangan abaikan gigitan anjing, harus tetap langsung ke layanan kesehatan untuk perawatan lebih lanjut," terangnya.
Fira mengingatkan agar warga jangan menganggu anjing liar. Ia juga menghimbau agar mengelola sampah dengan baik karena anjing liar suka mencari sisa makanan.
"Rabies bisa dicegah, tapi tidak bisa disembuhkan, maka jangan ambil risiko. Kalau ada anjing rabies laporkan ke pihak berwenang," ucapnya.(DL/*)
Portal Berita Detil.co hadir sebagai media alternatif bagi pembaca, sebagai media pemberitaan penyeimbang dengan gaya penulisan dan peliputan lebih kritis, berani dan mencerdaskan serta mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik. Selengkapnya


Tulis Komentar